Penggabungan Tiket Transjakarta dan KA Tengah Dikaji

Wacana penggabungan tiket bus Transjakarta busway dengan tiket kereta api untuk memudahkan masyarakat dalam bertransportasi tampaknya belum dapat direalisasikan.
Pasalnya, untuk merealisasikan hal tersebut harus melalui pengkajian dari berbagai aspek baik oleh Dinas Perhubungan (Dishub) maupun PT Kereta Api (KA).
“Untuk menggabungkan tiket busway dengan kereta api, saya sudah usulkan kepada PT KA, tapi untuk merealisasikannya harus melalui kajian terlebih dulu. Artinya, untuk busway koridor I, II, III bisa digabung karena memang ada titik-titik transfer antara busway dengan stasiun kereta api Jabodetabek,” ujar Kepala Dishub DKI, Nurachman di Balaikota, Kamis (3/4).
Namun, kata Nurachman, untuk KA Lingkar dengan busway titik transfernya belum memadai. “Di stasiun KA Kota tidak dilewati Kereta Lingkar, di Stasiun Senen bisa dilewati tapi jarak antara stasiun dengan halte busway terlalu jauh, dan di Stasiun Jatinegara dan Tanahabang belum ada halte bus Transjakarta karena jalurnya belum ada,” katanya.
Saat ditanya bagaimana dengan bus pengumpan atau feeder-nya? Kembali Nurachman mengatakan, feeder bisa saja digunakan untuk memudahkan penumpang yang akan naik kereta atau bus Transjakarta. Namun, kata dia, untuk mengintegrasikannya maka kereta api harus satu titik dengan feeder.
“Nantinya yang digunakan apakah feeder busway, angkutan umum atau KA Blueline. Tentunya kita harus kaji bersama PT KA,” ungkapnya.
Penulis: wawan
Sumber: wawan