Ratusan Bangunan di Bantaran Rel KA Dibongkar

Ratusan gubuk liar dan bangunan di bantaran rel kereta api, mulai dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Bukit Duri, ditertibkan 300 aparat gabungan dari PT KA, aparat Tramtib Pemkot Jakarta Pusat, serta aparat kepolisian, Kamis (10/4).
Para penghuni gubuk tersebut hanya bisa pasrah melihat gubuk-gubuk yang mereka tempati dihancurkan petugas. Meski demikian, sebagian penghuni mengaku sudah biasa mengalami penertiban seperti ini. “Saya sudah terbiasa dengan penertiban seperti ini. Begitu situasi sudah aman, saya akan dirikan kembali bangunan di sini,” ujar, Raminah (70) salah seorang pemilik gubuk.
Raminah mengaku sudah puluhan tahun tinggal di bantaran rel kereta api Tanah Abang. Dalam kurun waktu tersebut, gubuk yang ia tempati sudah berulangkali ditertibkan. Namun wanita tua asal Tegal Jawa Tengah itu selalu kembali ke tempat itu. “Saya datang ke Jakarta sejak tiga puluh lima tahun lalu, dan tempat tinggal saya ya di sini ini,” ucapnya.
Sri Sugiarti (42), penghuni gubuk lainnya mengatakan, dirinya sudah mengetahui penertiban ini sejak 11 hari lalu melalui surat peringatan pembongkaran. Namun dia menyayangkan kenapa harus mereka yang ditertibkan, bukan gubuk-gubuk yang dijadikan tempat mesum di kawasan Bongkaran yang dibongkar. “Seharusnya petugas membongkar gubuk-gubuk di kawasan Bongkaran, bukan gubuk kami,” ketusnya.
Kepala Humas Daops I PT KA Jabodetabek Akhmad Sujadi, menegaskan langkah penertiban dilakukan karena selama ini keberadaan bangunan liar tersebut mengganggu perjalanan kereta api.
“Pembongkaran ini dilakukan sesuai perundang-undangan kereta api yang mengharuskan jalur kereta bersih dari adanya bangunan dengan jarak selebar tiga meter pada sisi kanan dan kiri rel,” jelasnya.
Sebelum dilakukan pembongkaran, kata Sujadi, PT KA telah melakukan sosialisasi kepada warga sejak tanggal 8 Maret lalu. Bahkan warga pun menyadari kesalahannya, sehingga sebagian besar telah membongkar sendiri bangunannya. “Hari ini kita lakukan pembongkaran bangunan-bangunan yang masih berdiri serta membersihkan puing-puingnya. Kesadaran warga yang mau membongkar sendiri bangunannya patut kita hargai demi menciptakan Jakarta yang nyaman, aman, dan tertib untuk seluruh pengguna kereta api,” kata Sujadi.
Sujadi menjelaskan, panjang jalur lingkar Manggarai, Tanah Abang, Bukit Duri, dan Kampung Bandan sekitar 27 kilometer. Sebelumnya, 19 kilometer sangat kumuh. Namun setelah dilakukan penertiban secara rutin, jalur tersebut sudah mulai bersih dari bangunan liar.
“Dari 19 bantaran rel yang tergolong sangat kumuh, saat ini sudah berkurang hingga 70 persen. Yang tersisa setelah hari ini tinggal Manggarai Tanah-Abang dan Jakarta kota-Kemayoran. Dan kami telah melakukan sosialisasi untuk penertiban selanjutnya,” pungkasnya.
Penulis: purwoko
Sumber: purwoko