|
|
|
|
Warga Petogogan Miliki MCK AntibanjirSeringnya banjir menggenangi wilayah pemukiman, membuat warga yang tinggal di Kelurahan Petogogan kerap kesulitan untuk keperluan mandi dan buang hajat karena sarana mandi, cuci, kakus (MCK) milik bersama juga ikut terendam. Namun kini kesulitan itu telah berakhir seiring direhabnya sarana MCK antibanjir yang merupakan bantuan dari United States Agency International Development (USAID), Mercy Corps, dan Environmental Service Program (ESP). MCK milik warga RW 03 yang dulu selalu terendam, kini setelah direhabilitasi posisinya menjadi lebih aman karena berdiri setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah, dengan luas tanah mencapai 45 meter persegi. MCK plus ini terdiri dari enam toilet, satu kamar mandi, tempat cuci pakaian, dan sarana cuci tangan pakai sabun. Selain itu, juga dilengkapi dengan satu ruangan untuk kegiatan masyarakat yang juga dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi warga saat banjir. "Keberadaan MCK plus ini harus dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh warga sekitar," ujar Wakil Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi saat meresmikan MCK plus di RW 03, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Kamis (28/1). Anas menambahkan MCK plus itu merupakan kerja sama antara USAID, Mercy Corps, dan Environmental Service Program (ESP). Untuk itu, pihaknya berharap kerja sama yang telah terjalin bisa terus berlanjut. Karena di Jakarta Selatan, tidak hanya Kelurahan Petogogan yang merupakan daerah rawan banjir. "Wilayah ini akan menjadi percontohan bagi daerah rawan banjir lainnya. Untuk mengembangkan program itu akan dikoordinasikan dengan unit terkait, dalam hal ini Suku Dinas Kebersihan," urainya. Dikatakannya, MCK plus yang berada di RW 03 berdiri di lahan wakaf milik Fauzi bin H Nalim. Untuk itu, Anas juga berharap partisipasi warga untuk pengadaan lahan tambahan. Namun, pihaknya tidak memaksakan kepada warga. "Jika tidak ada yang mewakafkan, kita akan tetap usahakan pengadaan tanahnya," ungkapnya. Beberapa daerah rawan banjir lainnya di Jakarta Selatan seperti Bukitduri, Kebonbaru, Manggarai, dan Rawajati, merupakan daerah yang akan menjadi fokus utama dalam pembangunan MCK plus berikutnya. "Daerah-daerah tersebut juga termasuk daerah rawan banjir dan memerlukan MCK seperti ini," ungkapnya. Perwakilan Mercy Corps, Harod, mengungkapkan selain memberikan bantuan untuk rehab MCK plus di Kelurahan Petogogan, pihaknya juga merehab sarana yang sama di Kelurahan Pademangan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk rehab sarana MCK di dua kelurahan itu, pihaknya menghabiskan dana sebesar Rp 360 juta. “Daerah sini sangat membutuhkan MCK plus karena lokasinya yang rawan banjir. Bahkan, pada saat rehabilitasi MCK, pekerjaan sempat terhenti seminggu karena banjir tersebut,” kenangnya. Kohar Koordinator MCK plus mengatakan, untuk perawatan MCK warga akan dimintai iuran sebesar Rp 1.000 per bulan untuk setiap KK. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kontinuitas MCK plus tersebut. "Pengguna MCK plus ini sangat banyak, jadi harus dilakukan perawatan agar bisa awet," jelasnya. Terlebih, sedikitnya ada empat RT di RW 03 yang dapat menggunakan MCK plus tersebut meliputi RT 011, RT 015, RT 010, dan RT 0 6. Bahkan, MCK juga telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berguna menyaring kotoran beberapa kali sehingga limbah yang dibuang aman untuk dialirkan ke Kali Krukut. "Hasil limbahnya akan diolah lagi sebelum dialirkan ke kali," ujarnya. Zainal (44) warga RT 011 mengaku senang dengan adanya MCK plus tersebut. Karena warga bisa tetap menggunakan MCK saat banjir datang. "Kita akan berusaha merawat MCK yang sudah ada agar bisa digunakan sampai lama," pungkasnya.
|
![]()
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia Telp. +62 21 3822988, 3822488; Fax. +62 21 3822788, 3822846; Email : redaksi@beritajakarta.com |